Senin, 08 Oktober 2012

PERKEMBANGAN PENDUDUK DUNIA


Perkembangan Penduduk Dunia Menggunakan Tabel
Perkembangan Penduduk Dunia Menggunakan Tabel. Kita bisa lihat tabel dibawah ini, saya ambil contoh dari tahun – tahun sebelumnya Perkembangan Penduduk Dunia pada tahun 1950 sampai 2008.

China
562,579,779
China
1,333,207,572
USA
152,271,000
India
1,154,845,005
Russia
101,936,816
USA
304,838,948

Japan
83,805,000
Indonesia
238,567,492

Brazil
197,254,181

World
2,555,948,654
World
6,736,383,012

Populasi tahun 1950
Populasi tahun 2008
Dapat dilihat bahwa pertumbuhan penduduk terjadi sangat pesat dari tahun 1950 – 2008


Penggandaan Penduduk
Penggandaan pendudu (double population) jangka waktunya makin singkat. Bertambah cepatnya penggandaan penduduk tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :


Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun. Pertambahan penduduk di suatu negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor Demografi :
1. Kematian (Mortalitas)
Ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi di sini hanya dijelaskan 2 jenis tingkat :
 Tingkat  Kematian Kasar (Crude Death Rate / CDR)
Banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1.000 orang. Angka kematian kasar terdiri atas tiga golongan, yaitu:
a) Golongan rendah, apabila jumlah mortalitasnya kurang dari 13.
b) Golongan sedang, apabila jumlah mortalitasnya antara 14 – 18.
c) Golongan tinggi, apabila jumlah mortalitasnya lebih dari 18.
Rumus :
CDR = D/Pm . K
D = Jumlah kematian
PM  = jumlah penduduk per pertengahan tahun
K   = Konstanta = 1.000
Jadi jumlah penduduk yang mewakili suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk pada bulan Juni.
Penduduk pertengahan tahun ini dapat dicari dengan rumus :
1. Pm = ½ (P1 + P2)
2. Pm = P1 + (P2 – P1)/2
3. Pm = P2 – (P2 – P1)/2
Pm = jumlah penduduk pertengahan tahun
P1 = jumlah penduduk pada awal tahun
P2 = jumlah penduduk pada akhir tahun
Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650 orang, maka jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah :
½ (550 + 650) = 600 orang
Apabila pada tahun 1981 di daerah x ada 12 orang yang meninggal dunia, maka :
CDR = 12/600 . 1.000 = 20
Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk terdapat kematian /jumlah yang meninggal 20 orang.

B. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Menunjukkan banyaknya orang yang meninggal tiap 1.000 orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun. Biasanya angka ini sangat tinggi pada kelompok usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia muda angka ini jauh lebih rendah.
Rumus :
ASDRi = Di/Pmi . K
 Di  = Kematian penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K   = Konstanta ( = 1.000)

Kelahiran (Fetilitas)
Tingkat kelahiran dari suatu populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun (source : http://id.wikipedia.org/wiki/Tingkat_kelahiran)
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya  diterjemahkan sebagai kesuburan.
a. Facundity (kesuburan)
Lebih diartikan sebagain kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b. Fertility (fertilitas)
Jumlah kelahiran hidup seorang wanita atau sekelompok wanita. Lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan, misalnya : bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada denyutan jantung, dan sebagainya.
Tingkat Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1.000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
Rumus
CBR = B/RM . K
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta (1/000)
Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR) adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 1.000 wanita usia produktif. Untuk menghitung angka kelhiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita usia produktif/subur (15-49 tahun)
Rumus :
BGRF =  B/Fm (15-49 tahun) . K
B   = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun.
K    = Konstanta (= 1.000)
Di Indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49 tahun) sekitar 23.530 dan jumlah kelahiran sekitar 2985, sehingga :
GFR = 2985/23530 . 1000 = 127
GFR untuk beberapa negara adalah :
Thailand         234,8
Brunai             234,4
Swedia                61,2
Jepang                62,2


Tingkat Kelahiran Khusus (Age Specific Fertility Rate/ASRF)
ASRF menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15-49 tahun.
Rumus :
ASRFi = B1/Fmi  .K
B1  = Jumlah kelahiran dari wanita kelompok 1 tahun.
Fmi = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.
K  = Konstanta (=1.000)
 Migrasi
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.

Jenis-jenis Migrasi
A. Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
Imigrasi => Masuknya penduduk ke suatu negara
Emigrasi => Keluarnya penduduk ke negara lain
Remigrasi => Kembalinya penduduk ke negara
B. Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
1.   Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
2.   Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
3.   Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
4.   Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
Akibat Migrasi
#Dampak Positif Imigrasi
1. Bertambahnya jumlah tenaga ahli yang berasal dari para imigrasi asing,terutama Negara maju yang bekerja di Indonesia.
2. Masuknya modal asing sehingga dapat mempercepat proses pembangunan karena para imigran tersebut menanamkan modalnya di berbagai bidang seperti industri, pertambangan, perkebunan, dan sebagainya.
3. Tercapainya alih teknologi dari tenaga asing kepada tenaga kerja Indonesia yang diharapkan dapat berjalan dengan baik.
4. Bertambahnya rasa solidaritas antarbangsa. Adanya orang-orang asing yang tinggal di Indonesia, akan memudahkan kita untuk bergaul dan mengenal mereka secara langsung sehingga timbul suatu rasa kebersamaan dengan mereka.
5. Berkurangnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara asal para imigran.
# Dampak Negatif Imigrasi
1. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa , bila daya tangkal didalam negeri lemah, dapat merusak budaya kita. Contohnya , pergaulan bebas yang merupakan budaya barat , telah banyak dicontoh oleh masyarakat kita , kususnya generasi muda . Pada hal budaya tersebut tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia . Untuk mengatasi dampak negatif seperti ini , kita harus memperkuat budaya bangsa agar tidak terpengaruh budaya luar .
2. Masuknya para imigran yang bertujuan tidak baiseperti pengedar narkoba , bertujuan politik , memata ? matai , dan sebagainya . Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan ketahanan nasional yang tinggi .
3. Munculnya kecemburuan social antara tenagqa kerja asimg dengan tenaga kerja dalam negeri . Untuk itu kita harus mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan bangsa kita sehingga mampu bersaing dengan tenaga asing .
4. Meningkatnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara tujuan pra imigran.



 Jenis Striktur Penduduk
1. Piramida Penduduk Muda
Menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
Bentuk Piramida Penduduk Muda
  Pria                                                           Wanita
 




2. Piramida Stationer
Menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis). Sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
Bentuk Piramida Stationer
Pria                                                                 Wanita  


3. Piramida Penduduk Tua
Menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali.
Bentuk Piramida Penduduk Tua
Pria                                                         Wanita



Rasio Ketergantungan (Dependency of ratio)
Adalah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produksi kerja. Bisa dinyakatak dalam persan (%)
(Source Ilmu Sosial Dasar: Harwantiyoko dan F. Katuuk, Neltje, MKDU ILMU SOSIAL DASAR, Jakarta, 1996)

Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia
            Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia kebudayaan sudah sangat berkembang. Dahulu kala banyaknya pelancong-pelancong yang menyebabkan banyaknya kebudayaan di Indonesia. Tetapi kita harus kritis dan selektif dalam memilih kebudayaan yang datang itu. Karena jangan sampai kita menggeserkan kebudayaan lama yang sudah menjadi tradisi di negeri kita ini.

Kebudayaan Hindu dan Budha


Pada awal abad ke-3 dan ke-4 masehi, agama Hindu masuk ke indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India berlangsung dengan mantap. Sekitar abad ke-5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke wilayah Indonesia, khususnya ke dalam pulau jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab dalam ajaran budhisme tidak mengenal adanya kasta-kasta dalam kehidupan masyarakat.



Walaupun demikian,kedua agama tersebut tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai di Indonesia, Khususnya di dalam pulau jawa. Kedua penganut agama tersebut melahirkan karya budaya yang sangat bernilai tinggi dalam seni bangunan atau arsitektur, seni pahat,seni ukir, dan seni sastra. Salah satu contohnya adalah bangunan dan relief-relief yang di abadikan di dalam candi-candi di Indonesia, khususnya pulau jawa.



Kebudayaan Islam



Pada abad ke-15 dan ke-16, agama islam telah dikembangkan di indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama islam saat itu berada di pulau jawa. Tetapi, sebenarnya agama islam telah masuk ke dalam pulau jawa pada abad ke-11 dengan bukti adanya wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik.Masuknya agama Islam ke Indonesia, khususnya ke dalam pulau jawa berlangsung secara damai. Karena islam masuk ke Indonesia tanpa unsur paksaan, melainkan dengan cara baik-baik.



Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia. Dan hal ini menyebabkan kebudayaan Islam mempunyai peranan besar dalam perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

Daftar Pustaka
Sumber :
Ilmu Sosial Dasar: Harwantiyoko dan F. Katuuk, Neltje, MKDU ILMU SOSIAL DASAR, Jakarta, 1996

Rabu, 03 Oktober 2012

3D Interior


 Sekedar share hasil karya yang masih jauh dari sempurna.
 3D Max 2010, Mental Ray Virtual Render.
    Enjoy . . .




  













Semoga Bermanfaat ^^ 

Minggu, 30 September 2012

Definisi Ilmu Sosial Dasar I



I.    Ilmu Sosial Dasar

Definisi Ilmu Sosial Dasar
          Ilmu Sosial Dasar adalah suatu pengetahuan yang menelaah masalah - masalah sosial yang timbul dan berkembang, yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan dalam ilmu - ilmu social.

Contoh : sejarah, ekonomi, geografi sosial
Sumber : http://aero-7.blogspot.com/2011/10/definisi-ilmu-sosial-dasar.html

Pengertian Ilmu Sosial Dasar
         ISD adalah pengetahuan yang menelaah masalah – masalah sosial, khususnya masalah2 yang diwujudkan oleh masyarakt Indonesia, dengan mengguanak teori2 (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu2 sosial (seperti geografi sosial, sosiologi, antropologi sosial, ilmu politik, ekonomi, psikologi sosial, dan sejarah) MK.
         ISD merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep2 yang dikembangkan untuk melengkapi gejala2 sosialaar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan, sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar

Definisi “Sosial” menurut para ahli
1.     LEWIS
        Sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-
        hari antara warga negara dan pemerintahannya 
2.    KEITH JACOBS
       Sosial adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas
3.    RUTH AYLETT
       Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap inheren 
       dan terintegrasi
4.    PAUL ERNEST
       Sosial lebih dari sekedar jumlah manusia secara individu karena mereka terlibat dalam 
       berbagai kegiatan bersama
5.    PHILIP WEXLER
       Sosial adalah sifat dasar dari setiap individu manusia.
6.    ENDA M. C 
       Sosial adalah cara tentang bagaimana para individu saling berhubungan.
7.    LENA DOMINELLI
       Sosial adalah merupakan bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan manusia
       sehingga membutuhkan pemakluman atas hal-hal yang bersifat rapuh di dalamnya.
8.    PETER HERMAN
       Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai suatu perbedaan namun tetap merupakan
       sebagai satu kesatuan.
9.    ENGIN FAHRI. I
       Sosial adalah sebuah inti dari bagaimana para individu berhubungan walaupun masih
       juga diperdebatkan tentang pola berhubungan para individu tersebut.
Sumber : http://carapedia.com/pengertian_definisi_sosial_menurut_para_ahli_info516.html

Latar belakang ilmu sosial dasar
Latar belakang diberikannya mata kuliah ISD di perguruan tinggi, karena :
1.       Banyaknya kritik yang ditunjukkan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi bahwa sistem pendidikan yang diberikan masih berbau kolonial dan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda. Yang pendidikannya bertujuan untuk menghasilkan tenaga terampil untuk menjadi tukang yang mengisi birokrasi mereka.
2.       Sistem pendidikannya masih tidak mengenali dimensi – dimensi lain di luar disiplin keilmuannya. Perguruan tinggi dianggap seolah – olah tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya sertak perkembangan masyarakat.
Sedangkan tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan mempunyai tiga kemampuan, yaitu personal, akademis dan profesional.
1. Kemampuan personal
         Tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga menunjukkan sikap yang mencerminkan kepribadian Indonesia, mengenal dan memahami nilai agama, masyarakat, pancasila serta pandangan luas terhadap berbagai masalah masyarakat Indonesia.
2. Kemampuan akademik
         Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan dan mampu berpikir logis, kritis, sistematis dan analitis. Memiliki kemampuan untuk mengedintifikasi dan merumuskan masalah yang sedang dihadapi.
3. Kemampuan profesional
         Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dan mereka diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi dalam profesinya.
Sumber : http://ilmusosialdasar-ka28.blogspot.com/2011/11/latar-belakang-dan-tujuan-isd.html

Tujuan Ilmu Sosial Dasar
       ISD membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yang lebih luas dan ciri2 kepribadian yan diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia2 lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik.


Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
        ISD meliputi dua kelompok utama, yaitu : studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga2 sosial. Yang terutama terdiri atas psikoligi, sosiologi, dan antropologi, sedang yang kemudian terdiri atas ekonomi politik.
    Sasaran studi ISD adalah aspek2 yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan masalah2 yang terwjud daripadanya.


       Materi Ilmu social Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengidentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Dengan demikian ISD dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu :
        1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu. Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
        2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah social yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya, konsep “keanekaragaman” dan konsep “kesatuan social”. Bertolak dari kedua konsep tersebut diatas, maka dapat kita pahami dan sadari bahwa di dalam masyarakat selalu terdapat : 
       a). Persamaan & perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku baik secara  
            individual, kelompok atau golongan.
       b). Persamaan dan perbedaan kepentingan.
            Persamaan dan perbedaan itulah yang menyebabkan sering timbulnya
            pertentangan/konflik, kerja-sama, kesetiakawanan antar individu dan golongan.
       3. Masalah-msalah social yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan social yang antara satu dengan yang lainnya saling berkaitan. Berdasarkan bahan kajian seperti yang disebut di atas, dapat dijabarkan lebih lanjut kedalam pokok bahasan dan sub pokok bahasan, untuk dapat dioperasionalkan. Konsorsium Antar Bidang telah menetapkan bahwa Perkuliahan Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 (delapan) pokok bahasan. Dari ke delapan Pokok Bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
1. Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2. Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3. Masalah pemuda dan sosialisasi
4. Masalah hubungan antar warga negara dan negara.
5. Masalah pelapisan social dan kesamaan derajat.
6. Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
7. Masalah pertentangan-pertentangan social dan integrasi.
8. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat

Pokok Bahasan ISD
1.      Pengertian, latar belakang serta ruang lingkup Pembahasan
2.      Sdekilas tentang ilmu sosial, IPS, ilmu sosial, dan ISD
3.      Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan
4.      Individu, keluarga, dan masyarakat
5.      Pemuda dan sosialisasi serta peranan pemuda dalam pembangunan masyarakat
6.      Peranan pendidikan dalam pembangunan
7.      Warga Negara dan Negara
8.      Pelapisan sosial desa, keasmaan derajat
9.      Desa, masyarakat kota dan pembangunan pedesaan
10.  Kota, masyaratak kota, dan pembangunan perkotaan
11.  Pertentangan-pertentangan sosial
12.  Integrasi sosial dan integrasi nasional
13.  Pembanguna dan perubahan sosial
14.  Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan
Sumber : http://sulfikar.com/ilmu-sosial-dasar-defenisi-kuliah-i.html


Ilmu – Ilmu Sosial
Ilmu-ilmu sosial merupakan keilmuan yang sangat susah dikategorikan dengan ilmu-ilmu alam sehingga dalam pembagiannya Ilmu Pengetahuan dibagi dalam tiga cabang, yaitu :
1.     Natural Science meliputi fisika, kimia, astronomi, biologi, dll.
2.     Social science terdiri dari sosiologi, ekonomi, politik, sejarah, dll.
3.     Humanities meliputi bahasa, agama, kesenian, kesusastraan, dll.
**Tidak kurang dari 400 tahun lamanya, menurut beberapa sumber, dunia keilmuan berada dalam dominasi dan otoritas paradigma positivisme ( Muslih,2005). Isu utama yang dibawa oleh paham ini adalah dalam refleksi filsafatnya yang sangat menitik beratkan pada aspek metodologi. Intinya adalah bagaimana memperoleh pengetahuan yang sahih tentang kenyataan. Isu ini menjadi penting karena pemahaman tentang positif itu sendiri dimaksudkan sebagai “apa yang berdasarkan fakta obyektif” padahal metodologi ilmu sosial berpangkal pada gejala-gejala subyektivitas manusia, kepentingan maupun kehendak, tidak mengganggu obyek observasi yaitu tindakan sosial. Karena hal itulah pada saat itu Ilmu-ilmu sosial kurang dapat berkembang pesat dimasyarakat berbeda ketika Indonesia baru meraih kemerdekaannya hingga sekarang. Beberapa wujud perkembangan Ilmu sosial di Indonesia setelah meraih kemerdekaan dapat kita lihat dari* :

1.     Berdirinya akademik politik di Yogyakarta
2.     Didirikannya balai perguruan tinggi Gajah Mada.
3.     Didirikannya akademi kepolisian.
Sumber : http://rinandarizki.blogspot.com/2010/10/ilmu-sosial-dasar.html


Hubungan Ilmu Sosial Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial
         Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) keduanya memiliki masing-masing persamaan dan perbedaan. Adapun persamaan antara keduanya yaitu :
        • ISD dan IPS merupakan bahan studi yang digunakan untuk kepentingan program               
           Pendidikan dan Pengajaran
        • Keduanya bukan merupakan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
        • Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
Sedangkan perbedaannya adalah :
        • Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
        • Ilmu Sosial Dasar merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
        • Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian. Sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.


ISD sebagai Komponen MKDU**
          MKDU adalah Mata Kuliah Dasar Umum yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa. MKDU terdiri dari 6 matakuliah, yaitu : Agama, Pancasila, Kewiraan, Ilmu Alamiah Dasar (IAD), Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). Matakuliah Ilmu Sosial Dasar bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu tetapi lebih merupakan kajian yang sifatnya multi atau interdisipliner. Ilmu Sosial Dasar diajarkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum kepada mahasiswa tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi di sekitamya. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sosialnya. Dengan kepekaan sosial yang dimilikinya, mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian sosial dalam menerapkan ilmunya di masyarakat.

Tujuan dari ISD untuk Pembinaan Terhadap Mahasiswa
1. memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan social dan masalah social yang ada di kalangan masyarakat ini.
2. Agar Warga Indonesia memiliki sikap dan tingkah laku yang baik dalam masyarakat. agar tidak terjadi keributan ataupun kericuhan.
3. Peka terhadap maslah-masalah social dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
4. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya secara kritis – (interdisipliner).
5. Memahami jalan pkiran para ahli di bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat   berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah social yang timbul dalam masyarakat.

sumber: http://aero-7.blogspot.com/2011/10/tujuan-dari-isd-untuk-pembinaan.html#ixzz27vqsFOF7


Peran Ilmu Sosial  Dasar
          Peran ilmu sosial dasar dalam keluarga merupakan bagian dalam masyarakat yang tinggal dalam satu rumah yang berisikan ayah,ibu, dan anak-anaknya. keluarga merupakan sistem awal pembelajaraan bagi anak untuk mengenal dunia beserta isinya.keluarga sangat berperan penting dalam perkembangan anak yang akan terjun ke dalam masyarakat guna kelangsungan hidupnya kelak. keluarga mendidik bagaimana tingkah laku, sikap dasar sosial dalam bermasyarakat serta bagaimana bersopan santun yang sangat penting dalam bermasyarakat.



II. Hal-hal Terkait dengan Definisi Ilmu sosial Dasar

1.      Teori Kepala Batu
           Teori ini dilandasi pemahaman psikologi bahwa dalam diri individu, ada kemampuan untuk menyeleksi apa saja yang berasal dari luar dan tidak direspon begitu saja. Teori kepala batu menolak teori jarum suntikatau teori peluru dengan alasan jika suatu informasiditembakkan dari media, mengapa khalayak tidak berusaha berlindung untuk menghindari tembakaninformasi itu?
           Masyarakat atau khalayak memiliki hak untuk memilah informasi yang mereka perlukan dan informasi yang mereka tidak perlukan. Kemampuan untuk menyeleksi informasi terdapat pada khalayak menurut perbedaan individu, persepsi, dan latar belakang sosial budaya.
           Perbedaan individu bahwa anak-anak cenderung lebih senang menonton film kartun sementara perempuan lebih senang menonton sinetron atau berita gosip. Perbedaan persepsi diakibatkan oleh pengalaman individu, misalnya usia dan faktor-faktor psikologis untuk menentukan jenis bacaan dalam surat kabar maupun jenis tayangan dalam televisi. Perbedaan sosial budaya dapat dilihat dari segi;
           1. Pendidikan,
           2. Ekonomi,
           3. Etnis,
           4. Agama,
           5. dan Kedudukan dalam masyarakat.

           Orang yang berpendidikan cenderung lebih senang membaca surat kabar yang memiliki banyak ulasan, demikian juga halnya menonton televisi lebih senang pada acara siaran berita atau hiburan.
Sumber : http://sulfikar.com/teori-kepala-batu-atau-obstinate-audience.html

2.      Teori Media dan Muatan Politik
           Banyak teori yang mengungkap keterkaitan berita politik di media dengan keinginan melakukan sosialisasi politik yang dilakukan politisi, yang pada giliran selanjutnya akan  bertujuan  untuk mempengaruhi khalayak.
           Kavanach, memberikan batasan bahwa “sosialisasi politik di sini adalah batasan untuk menggambarkan proses di mana individu mempelajari dan mengembangkan  orientasi politik” (Kavanach, 1972). Sementara Almond, mendefinisikan sosialisasi politik dengan menekankan pada pembentukan nilai-nilai politik, sehingga menjadi pedoman untuk berpartisipasi dalam sistem politik.
           “sosialisasi politik merupakan bagian dari proses sosialisasi yang khusus membentuk nilai-nilai politik, yang menunjukkan bagaimana seharusnya masing-masing anggota masyarakat berpartisipasi dalam sistem politiknya” (Almond dalam Mas’oed dan McAndrews, 1986: 76).
           Dilihat dari obyek sosialisasi politik, Almond menunjukkan “sosialisasi politik merupakan sarana bagi suatu generasi untuk mewariskan patokan-patokan dan keyakinan-keyakinan politik pada generasi muda” (Almond, dalam Mas’oed dan  McAndrews, 1986).
           Dari pengertian di atas, terdapat kesamaan, yaitu : Pertama,  sosialisasi politik dipahami sebagai suatu proses pewarisan; kedua, pewarisan tersebut berupa nilai-nilai, pengetahuan-pengetahuan, keyakinan dan pandangan politik; ketiga, pewarisan tersebut dari generasi ke generasi yang lebih muda dalam masyarakat. Pada akhirnya nilai-nilai, pengetahuan-pengetahuan, keyakinan-keyakinan dan pandangan politik tersebut akan membentuk sikap dan pola tingkah laku politik tertentu.
           Lebih lanjut Almond, menunjukkan hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai proses sosialisasi politik ini. Pertama, sosialisasi itu berjalan terus menerus selama hidup seseorang. Kedua, sosialisasi politik berwujud transmisi dan pengajaran yang langsung maupun tidak langsung.
           Sosialisasi bersifat langsung kalau melibatkan komunikasi informasi, nilai-nilai, atau perasaan-perasaan mengenai politik secara eksplisit. Sedangkan sosialisasi tak langsung terutama sangat kuat berlangsung di masa kanak-kanak (Almond, dalam Mas’oed dan McAndrews, 1986).
           Sosialisasi berlangsung melalui beberapa agen sosialisasi antara lain media massa. Sebagai sarana sosialisasi politik, Almond, mengatakan bahwa;
         “di samping memberikan informasi tentang peristiwa-peristiwa politik,media massa juga menyampaikan secara langsung maupun tidak langsung nilai-nilai utama yang dianut oleh masyarakat”.
           Selain itu media massa juga mampu mengembangkan dialog tentang hal-hal yang berhubungan dengan permasalahan politik.
    Senada dengan itu, Chaffee, mengungkapkan bahwa;
          “media massa sebagai suatu sumber  informasi politik yang penting bukan merupakan sekedar pelengkap komunikasi interpersonal, tetapi mendukung pertumbuhan politik seseorang”.
          Beberapa kesimpulan dari penelitian yang diadakan tentang pengaruh media massa terhadap tingkat sosialisasi politik kaum muda, Chaffee, mencatat:
(1) media massa merupakan sumber-sumber informasi politik yang prinsipil bagi kaum muda;
(2) media massa dominan dalam “political learning” yaitu surat kabar, televisi. Dukungan relatif kedua media ini sesuai dengan usia dan status sosial ekonomi;
(3) kaum muda menandai pengaruh media massa yang seimbang pada pendapat politik   (Chaffee, dalam Renshon, 1977).
           Sedangkan menurut Lane, untuk penyebarluasan berita-berita politik, termasuk mengenai pemilihan umum, bertujuan untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan pemilihan umum kepada para pembaca/pendengar/pemirsa, agar ikut dalam kegiatan pemilihan umum (Lane, 1959). Media massa memegang peranan sangat strategis sebagai agen sosialisasi politik dalam kaitannya dengan pemilihan umum.
           Adapun pengaruh agen sosialisasi politik tergantung pada kredibilitas media massa yaitu tingkat kepercayaan khalayak terhadap berita-berita  yang disajikan media massa. Demikian juga tentang pandangan khalayak terhadap manfaat dalam berita yang dimuat dalam media itu sendiri.
          Selanjutnya Lane, mengungkapkan bahwa sehubungan dengan terpaan materi politik melalui media massa, mengklasifikasikan sesuai dengan: (a) intensitas dan kepentingan (interest) seseorang terkena terpaan; (b) kedangkalan atau kedalaman dalam membaca, mendengar atau melihat media; (c) jumlah media yang dimanfaatkan; (d) bagaimana cara memperoleh media tersebut, misalnya untuk surat kabar adalah dengan berlangganan tetap atau membeli eceran (Lane, 1969).
          Hal-hal di atas menunjukkan bahwa   peranan komunikasi politik dalam proses  sosialisasi politik di tengah warga masyarakat cukup besar.  Dapat  juga dikatakan bahwakomunikasi politik pada hakikatnya berfungsi sebagai suatu proses sosialisasi bagi anggota masyarakat yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam berbagai aktifitas politik tersebut.
Sumber : http://sulfikar.com/teori-media-dan-muatan-politik.html

III. Masalah Sosial dan Ilmu Sosial Dasar

         Masalah yang dihadapi tidaklah sama, disebabkan karena perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan masyarakat dan keadaan lingkungan alam. Masalah tersebut dapat berupa sosial, politik, moral dll. Yang membedakan masalah ini ada hubungannya dengan nilai moral dan pranata sosial.
   1.    Menurut masyarakat, segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah  sosial.
   2.    Menurut para ahli, suatu kondisi yang terwujud dalam masyarakat berdasarkan atas studi, mempunyai sifat yang menimbulkan kekacauan.
    Masalah sosial muncul sejak peradaban manusia karena dianggap mengganggu kesejahteraan hidup. Dan membuat masyarakat untuk mengedintifikasi, menganalisa cara untuk mengatasinya,
          ISD menyajikan pemahaman mengenai hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan masalahnya dengan menggunakan kerangka pendekatan. Dengan menggunakan kacamata obyektif berarti, konsep dan teori yang berhubungan dengan hakikat manusia dan masalahnya telah dikembangkan dalam ilmu sosial dan digunakan. Sedangkan menurut kacamata subyektif masalah yang dibahas akan dikaji menurut perspektif masyarakat yang bersangkutan.
    Sumber : http://ilmusosialdasar-ka28.blogspot.com/2011/11/latar-belakang-dan-tujuan-isd.html


Daftar Pustaka

Sumber :
http://ilmusosialdasar-ka28.blogspot.com/2011/11/latar-belakang-dan-tujuan-isd.html
http://sulfikar.com/teori-media-dan-muatan-politik.html
http://sulfikar.com/teori-kepala-batu-atau-obstinate-audience.html
http://aero-7.blogspot.com/2011/10/tujuan-dari-isd-untuk-pembinaan.html#ixzz27vqsFOF7
http://rinandarizki.blogspot.com/2010/10/ilmu-sosial-dasar.html
http://sulfikar.com/ilmu-sosial-dasar-defenisi-kuliah-i.html
http://aero-7.blogspot.com/2011/10/definisi-ilmu-sosial-dasar.html
http://carapedia.com/pengertian_definisi_sosial_menurut_para_ahli_info516.html