KEBUDAYAAN
A. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal- hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Oleh karena itu agar kebudayaan itu tidak hilang maka perlu pelestarian kebudayaan yang di lakukan oleh masyarakat dan juga peran dari pemerintah sangat di perlukan.
Globalisasi merupakan suatu proses perubahan sosial yang menyebabkan seseorang atau sekelompok orang maupun satu negara saling dihubungkan dan saling membutuhkan. Salah satu penyebab globalisasi adalah kemajuan ilmu pengetahuan teknologi. Oleh karena itu di era globalisasi ini banyak kemudahan-kemudahan yang menyebabkan budaya asing dapat dengan mudah masuk ke dalam suatu negara. Pengaruh budaya asing juga tidak semuanya baik dan cocok, misalnya saja di Indonesia yang mendapatkan pengaruh budaya asing.
Akan tetap pengaruh budaya asing memiliki dampak positif dan juga dampak negatif. Dampak positif pengaruh budaya asing dapat berupa ilmu pengetahuan, cara befikir kritis, rasional dan menghargai waktu, selain itu dampak negatif pengaruh budaya asing misalnya dahulu di Indonesia orang berpakaian sopan dan tertutup, tetapi akibat kita terbawa oleh budaya kebarat-baratan kebanyakan orang berpakaian terbuka .Tak dapat dielakkan lagi yaitu dapat mempengaruhi mental generasi muda. Pengaruh budaya asing juga menyebabkan adanya perubahan sosial di dalam kehidupan bermasyarakat, baik meliputi pola fikir masyarakat, perilaku masyarakat, dan kebiasaan masyarakat.
Faktor-faktor penyebab perubahan sosial diantaranya adalah perubahan jumlah penduduk, penemuan- penemuan baru, pertentangan dalam masyarakat, pemberontakan, lingkungan fisik, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Akan tetapi perubahan- perubahan yang tidak mesti terjadi mngakibatkan hilangnya kebudayaan asli di suatu daerah, tergantung bagaimana peran masyarakatnya dalam menjaga budaya mereka dan tetap menerima modernisasi.serta peran dari tokoh masyarakrat seperti perangkat desa diperlukan juga.
B. PERBEDAAN KEBUDAYAAN ADAT DAN NASIONAL
Kaitan kebudayaan dengan globalisasi
Globalisasi memengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat sejak lama. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai tempat di dunia ini ( Lucian W. Pye, 1966 ).
Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antar bangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antar bangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan. Telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan, dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran.
Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia terbentuk) telah mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan berubah merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa berubah. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat. Hanya dalam jangka waktu satu generasi banyak negara-negara berkembang telah berusaha melaksanakan perubahan kebudayaan, padahal di negara-negara maju perubahan demikian berlangsung selama beberapa generasi.
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Setiap orang memandang globalisasi dengan pandangan yang berbeda.. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia semakin terikat satu sama lain.
Sebagian masyarakat mendukung adanya globalisasi dan ada pula yang menentang hal tersebut. Bagi mereka yang mendukung, beranggapan bahwa globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Sedangkan masyarakat yang menentang globalisasi, menganggap bahwa globalisasi akan mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dan dari segi budaya timbul kekhawatiran kalau nilai budaya yang sudah tertanam sejak dulu secara perlahan akan menghilang akibat pengaruh globalisasi tersebut.
Suatu kemajuan akan menghasilkan dampak positif dan dampak negatif. Internet adalah salah satu contoh dampak positif globalisasi. Dengan adanya internet, kita bisa mengetahui kebudayaan bangsa lain dan membandingkan ragam budaya negara lain, bahkan dapat terjadi adanya akulturasi budaya sehingga memperkaya kebudayaan kita.
Salah satu contoh dampak negatif globalisasi adalah guncangan budaya atau lebih dikenal dengan istilah cultural shock. Biasanya cultural shock dialami oleh golongan tua yang terkejut karena melihat adanya perubahan budaya yang dilakukan oleh golongan muda. Kondisi tersebut dapat menimbulkan suatu keadaan yang tidak seimbang. Sebagai contoh, pola pergaulan hedonis dan komsumtif kini menjadi gaya hidup remaja di era globalisasi ini. Bagi para remaja yang tidak siap dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut, maka mereka akan menarik diri dari pergaulan tersebut, atau bahkan ada yang frustasi dan melakukan penyimpangan seperti bunuh diri. Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.
Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negaranya.
Jadi, dalam suatu perubahan, tidak hanya dampak negatif yang akan ditimbulkan, tetapi juga banyak dampak positifnya. Sebagai masyarakat, kita harus bisa memposisikan diri dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada supaya tidak terjadi guncangan budaya.
Sehingga Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleg negara lain.Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan budaya.
1. Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai ke aset yang tldak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain. Budaya lokal yang dimitiki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional.
2. Kekhasan budaya Indonesia
Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menatik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya turis asing yang mencoba mempelajari budaya Indonesia seperti beiajar tarian khas suat daerah atau mencari batang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia menuliki cirri khas yang unik.
3. Kebudayaan lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa
Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Inc~nesia. Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh.
C. BUDAYA BARAT
Fakta menunjukan kebudayaan barat termasuk yang paling gencar,merasuki setiap individu yang masih mempertahankan budaya timur. Kecenderungan masyarakat Indonesia yang lupa dan melalaikan budaya dalam negeri sendiri mengakibatkan banyak budaya asli Indonesia tidak lagi diakui bangsa lain. Sebagai negara berkembang, masyarakat indonesia seharusnya meniru motivasi Barat untuk menjadi negara yang maju bukan malah melalaikan budaya sendiri.
Dampak Positif Kebudayaan Barat
Pola pikir dan sikap masyarakat yang berubah seiringnya dengan globalisasi dan modernisasi yang berkembang di Barat. Mengubah masyarakat menjadi berpikir rasional yang sebelumnya berpikir irasional
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari barat yang memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus memotivasi masyarakat untuk maju dalam segala hal di kehidupan bermasyarakat.
Perkembangan industri barat dalam memproduksi berbagai alat transportasi dan komunikasi yang canggih yang meningkatkan taraf hifup masyarakat dan mengurangi pengangguran.
Dampak Negatif
Selain dampak positif,budaya barat juga berdampak negatif bagi kebudayaan Indonesia
Banyaknya produk impor yang menjadikan produk dalam negeri terpinggirkan.
Adanya kesenjangan sosial di masyarakat. Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat masyarakat menjadi individu atau sudah tidak lagi butuh pertolongan antar masyarakat. Hal ini memacu adanya individualisme.
Berkembangnya gaya hidup ke barat-baratan, menjadikan hidup bebas. Hal ini yang menyebabkan sudah hilangnya moral atau perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, dan malah menjadikan masyarakat menganut gaya hidup hedonis.
SOLUSI PERBAIKAN TATANAN BUDAYA INDONESIA
Bangsa Indonesia telah enam puluh lima tahun merdeka, namun masih banyak terjadi permasalahan disana-sini, bangsa ini masih memerlukan terus perbaikan guna menjadi bangsa yang benar-benar merdeka. Banyak masalah yang terjadi di sekitar kita semua, mulai dari bidang ekonomi dengan tingginya angka kemiskinan bangsa Indonesia, yang menurus Biro Pusat Statistik per Maret 2010 mencapai 31,02 juta jiwa. Belum lagi di bidang sosial budaya, dimana banyak muncul konflik antar agama, antar suku. Di bidang politik, bagaimana demokrasi disalah artikan, banyak aksi dan demonstrasi yang berujung pada anarkis, yang lebih parah bagaimana elemen masyarakat kurang dapat menerima demokrasi secara utuh, contohnya saat pemilihan kepala suatu wilayah, yang kalah tidak bersedia menerima kekalahan yang terjadi, bahkan tidak sedikit yang memprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis. Di bidang pertahanan dan keamanan, banyak terjadi kapal-kapal asing yang masuk daerah perairan Indonesia, yang lebih parah kapal-kapal tersebut dengan bebas menangkap ikan di daerah perairan Indonesia. Hal ini menimbulkan keresahan pada rakyat. Di bidang hukum, begitu banyak kasus suap terjadi pada aparatur penegak hukum, mereka tunduk pada harta dan kekuasaan, menindas rakyat yang lemah.
Hal diatas hanya sebagian kecil masalah yang dihadapi bangsa ini, sebenarnya masih banyak lagi. Namun saat ini bukan saatnya untuk membahas tentang apa yang harus dikritisi, tetapi bagaimana solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh bangsa ini. Sebagai seorang mahasiswa, seharusnya sudah mulai ikut memikirkan solusi terhadap permasalahan yang ada. Karena, mahasiswalah yang nantinya akan meneruskan tonggak kepemimpinan bangsa ini, yang menentukan hitam putih kehidupan bangsa ini dimasa yang akan datang. Disini akan saya paparkan beberapa solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang ada.
1. Bidang Ekonomi
Setidaknya ada empat agenda strategis yang mendesak untuk segera diselesaikan. Pertama, menurunkan angka kemiskinan yang masih tinggi. Masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap pemberantasan kemiskinan, terutama pengalokasian anggaran, jangan sampai tidak tepat sasaran.
Masyarakat sudah tahu tahun depan pemerintah akan menyalurkan dana sebesar Rp49,3 triliun guna pemberantasan masyarakat miskin, sebagaimana tertuang dalam struktur pendanaan program prioritaspemerintah. Kedua, menekan laju pertambahan penduduk yang juga tinggi yang berdampak langsung terhadap ketahanan pangan. Upaya menekan laju pertambahan penduduk yang tinggi dan berdampak terhadap ketahanan pangan juga harus diselesaikan. Program keluarga berencana (KB) yang dulu pernah sukses dijalankan perlu dipikirkan kembali untuk kemungkinan dapat dihidupkan kembali guna menekan angka kelahiran. Dengan lahan pertanian yang semakin sempit karena terutilisasi oleh pembangunan bidang fisik, sedangkan pertambahan penduduk nyaris tak terkendali, bisa dibayangkan pada suatu ketika Indonesia akan mengalami krisis pangan. Ketiga, mencari terobosan untuk pembangunan infrastruktur yang terbatas karena tidak didukung investasi yang memadai. Hal ini juga harus diimbangi oleh dipermudahnya penanaman modal, utamanya modal dari dalam negeri. Keempat, mengupayakan tercapainya ketahanan energi agar daya saing produk Indonesia tidak tertekan. Hal ini harus mulai diperhatikan, karena sangat diperlukan energi cadangan baru, jangan hanya mengandalkan pada energi batubara, seharusnya pemerintah mulai melirik energi angin, karena di Indonesia banyak memiliki daerah pantai yang sangat potensial untuk dimanfaatkan. Selain itu juga dapat mengoptimalkan energi cahaya matahari yang saat ini mulai banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia, hal ini harus lebih dioptimalkan lagi.
2. Bidang Sosial dan budaya
Solusi yang dapat dilakukan adalah membina dan meningkatkan kerukunan hidup antar umat beragama sehingga tercipta suasana kehidupan yang harmonis dan saling menghormati dengan meningkatkan kualitas pemahaman dan pelaksanaan ibadah menurut syariat agama masing-masing, serta mempermudah umat beragama dalam menjalankan ibadahnya. Hal ini juga harus didukung dengan mengoptimalkan fungsilembaga-lembaga keagamaan untuk meningkatkan kualitas kerukunan antar umat beragama, meminimalkan dampak negatif kehidupan kota metropolitan serta meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama untuk membentengi dampak negatif pembangunan dan era globalisasi. Untuk itu maka pendidikan agama harus digunakan juga sebagai proses penyadaran masyarakat bagi terbentuknya kehidupan sosial dan kerukunan masyarakat yang lebih baik lagi.
3. Bidang Politik
Banyaknya pemilihan kepala daerah yang berujung pada ketidakpuasan ini dapat diatasi dengan lebih memaksimalkan peran kerja dari komisi pemilihan umum, karena saat ini masih banyak yang menggunakan cara-cara kotor seperti menggunalan politik uang untuk meraih kemenangan dalam pemilihan, Ketika peran Komisi Pemilihan Umum berani menindak serta melaporkan setiap kecurangan yang dilakukan, hal ini akan mengurangi ketidakpuasan pihak yang kalah. Selain itu komisi pemilihan umum seharusnya benar-benar jeli dalam melakukan pendataan calon pemilih. Namun yang tidak kalah penting adalah sosialisasi tentang demokrasi dalam memandang suatu masalah, jangan mudah terprovokasi isu politik yang dapat mengharcurkan kerukunan antar masyarakat yang telah dibangun sejak lama.
4. Bidang Pertahanan dan keamanan
Masalah yang sejak lama menjadi probelma bagi bangsa kita, bagaimana dengan begitu mudah pertahanan bangsa kita bagaikan diobrak-abrik oleh negara lain. Masih segar dalam ingatan bagaimana kapal nelayan Malaysia dengan mudah masuk perairan Indonesia, serta mencari ikan di perairan Indonesia. Harusnya pemerintah lebih ketat dan tegas dalam menerapkan peraturan mengenai pertahanan nasional, jangan terlalu dicampuri nuansa politik sehingga negara kita terlihat kendur dalam menjaga pertahanan dan keamanan nasional. Selain itu perlunya perlengkapan perang yang canggih untuk mendukung pertahanan dan keamanan nasional. Jangan hanya mengandalkan peralatan perang yang sudah lama. Pemerintah harusnya berani mengoptimalkan pabrik senjata dan mesiu Pindad, karena hasil buatan Pindad pun tak kalah hebatnya, bahkan beberapa negara menggunakan senjata hasil buatan pabrik senjata dan mesiu Pindad
5. Bidang Hukum
Banyak permasalahan hukum yang muncul saat ini, yang paling heboh adalah bagaimana dengan mudah perangkat hukum dapat disuap. Hal ini menjadikan masyarakat mulai tidak percaya terhadapa hukum yang berlangsung di negara ini. Perangkat hukum yang seharusnya dinilai mampu berlaku adil, pada kenyataannya lebih memihak kepada orang yang berharta dan berkedudukan. Seharusnya setiap elemen perangkat hukum berani untuk menegakkan hukum yang ada, karena mereka telah dihaji tinggi oleh negara untuk menegakkan hukum dinegara ini. Selain itu pendidikan yang nantinya mencetak penerus-penerus perangkat hukum haruslah benar-benar bersih dari kolusi, korupsi dan nepotisme
DAFTAR PUSTAKA
http://oxyprimasetiya.blogspot.com/2012/02/solusi-perbaikan-indonesia.html
Selasa, 25 Juni 2013
Ilmu Budaya Dasar BAB 1
MATERI ILMU BUDAYA DASAR BAB 1
A. TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu Budaya Dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Sebagaimana dikemukakan di atas, penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikem-bftngkan untuk mengkaji msalah-masalah manusia dan kebudayaan, Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk. dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Dan bahwa dalam masyarakat yang berkabung semakin Cepat dan rumit ini, mahasiswa harus mcngalami pergeseran nilai-nilai yang , mungkin sekali dapat membuatnya masa bodoh atau putus asa, suatu sikap yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang terpelajar. Bagaimanapun juga, mahasiswa adalah orang-orang muda yang sedang mempelajari cara memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apa saja yang terjadi atas dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Sudah barang tentu ia perlu dibimbing untuk menemukan cara terbaik yang sesuai dengan dirinya sendiri tanpa harus mengorbankan masyarakat dan alam sekitarnya. Secara tidak langsung Budaya Dasar akan membantu mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Berpijak dari hal di atas, tujuan matakuliah Ilmu Budaya Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bidag menjangkau tujuan tersebut di atas.
Latar Belakang IBD :
1. Politik Balas Budi (etische politik)-nya Theodore Van Deventer.
2. Pendidikan menjadi sesuatu yang elite di masyarakat.
3. Kebudayaan merupakan unsur penting dalam pembangunan.
4. Tujuan dan hakekat pembangunan.
B. ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI MATA KULIAH DASAR UMUM
Ilmu Budaya Dasar termasuk salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar umum (MKDU). Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :
1. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tndakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
2. Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
3. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan baik social, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan.
4. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta didalam pelestariannya.
C. PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
IBD termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar menegmukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar, yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah (Natural Science)
Bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan. Yang termasuk ilmu-ilmu alamiah yaitu fisika, kimia, astronomi, kedokteran, biologi. Hasil penelitiannya 100% benar dan 100% salah.
2. Ilmu-ilmu Sosial (Social Science)
Bertujuan untuk mengkaji keteraturan-0keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Digunakan metode alamiah pula dalam hal ini. Yang termasuk ilmu-ilmu sosial yaitu ilmu politik, ekonomi, sosiologi, psikologi, demografi, dsb. Hasil penelitiannya tidak mungkin 100% benar.
3. Pengetahuan Budaya (The Humanities)
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, lalu diberi arti.
Pengetahuan budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian seni dan filsafat. Sedangkan IBD (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dari memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
D. RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, yaitu :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yanf satu atau universal, akan tetapi yang beranekaragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial, dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidakseragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran, perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.
Manusia menempati posisi sentral sebagai objek pengkajian dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
·Manusia dan cinta kasih
·Manusia dan keindahan
·Manusia dan penderitaan
·Manusia dan keadilan
·Manusia dan pandangan hidup
·Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
·Manusia dan kegelisahan
·Manusia dan harapan
Landasan IBD
1. Landasan historis falsafah hidup Pancasila
2. Landasan filosofis agama, ramah, cinta damai, gotong royong
3. Landasan yuridis UUD 45, UU Sisdiknas,
4. Landasan pedagogis mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya melalui proses pendidikan
REFERENSI :
http://iwanvirghiawan.wordpress.com/2012/03/25/pengertian-dan-tujuan-ilmu-budaya-dasar/
http://id.shvoong.com/society-and-news/culture/2213479-tujuan-ilmu-budaya-dasar/#ixzz1qCMdm9Or
http://google.com/ilmu-budaya-dasar/
A. TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu Budaya Dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Sebagaimana dikemukakan di atas, penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikem-bftngkan untuk mengkaji msalah-masalah manusia dan kebudayaan, Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk. dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Dan bahwa dalam masyarakat yang berkabung semakin Cepat dan rumit ini, mahasiswa harus mcngalami pergeseran nilai-nilai yang , mungkin sekali dapat membuatnya masa bodoh atau putus asa, suatu sikap yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang terpelajar. Bagaimanapun juga, mahasiswa adalah orang-orang muda yang sedang mempelajari cara memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apa saja yang terjadi atas dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Sudah barang tentu ia perlu dibimbing untuk menemukan cara terbaik yang sesuai dengan dirinya sendiri tanpa harus mengorbankan masyarakat dan alam sekitarnya. Secara tidak langsung Budaya Dasar akan membantu mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Berpijak dari hal di atas, tujuan matakuliah Ilmu Budaya Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bidag menjangkau tujuan tersebut di atas.
Latar Belakang IBD :
1. Politik Balas Budi (etische politik)-nya Theodore Van Deventer.
2. Pendidikan menjadi sesuatu yang elite di masyarakat.
3. Kebudayaan merupakan unsur penting dalam pembangunan.
4. Tujuan dan hakekat pembangunan.
B. ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI MATA KULIAH DASAR UMUM
Ilmu Budaya Dasar termasuk salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar umum (MKDU). Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :
1. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tndakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
2. Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
3. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan baik social, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan.
4. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta didalam pelestariannya.
C. PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
IBD termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar menegmukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar, yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah (Natural Science)
Bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan. Yang termasuk ilmu-ilmu alamiah yaitu fisika, kimia, astronomi, kedokteran, biologi. Hasil penelitiannya 100% benar dan 100% salah.
2. Ilmu-ilmu Sosial (Social Science)
Bertujuan untuk mengkaji keteraturan-0keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Digunakan metode alamiah pula dalam hal ini. Yang termasuk ilmu-ilmu sosial yaitu ilmu politik, ekonomi, sosiologi, psikologi, demografi, dsb. Hasil penelitiannya tidak mungkin 100% benar.
3. Pengetahuan Budaya (The Humanities)
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, lalu diberi arti.
Pengetahuan budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian seni dan filsafat. Sedangkan IBD (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dari memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
D. RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, yaitu :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yanf satu atau universal, akan tetapi yang beranekaragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial, dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidakseragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran, perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.
Manusia menempati posisi sentral sebagai objek pengkajian dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
·Manusia dan cinta kasih
·Manusia dan keindahan
·Manusia dan penderitaan
·Manusia dan keadilan
·Manusia dan pandangan hidup
·Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
·Manusia dan kegelisahan
·Manusia dan harapan
Landasan IBD
1. Landasan historis falsafah hidup Pancasila
2. Landasan filosofis agama, ramah, cinta damai, gotong royong
3. Landasan yuridis UUD 45, UU Sisdiknas,
4. Landasan pedagogis mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya melalui proses pendidikan
REFERENSI :
http://iwanvirghiawan.wordpress.com/2012/03/25/pengertian-dan-tujuan-ilmu-budaya-dasar/
http://id.shvoong.com/society-and-news/culture/2213479-tujuan-ilmu-budaya-dasar/#ixzz1qCMdm9Or
http://google.com/ilmu-budaya-dasar/
Senin, 08 Oktober 2012
PERKEMBANGAN PENDUDUK DUNIA
Perkembangan
Penduduk Dunia Menggunakan Tabel
Perkembangan Penduduk Dunia Menggunakan
Tabel. Kita bisa lihat tabel dibawah ini, saya ambil contoh dari tahun –
tahun sebelumnya Perkembangan Penduduk Dunia pada tahun 1950 sampai 2008.
China
|
562,579,779
|
China
|
1,333,207,572
|
|||||
USA
|
152,271,000
|
India
|
1,154,845,005
|
|||||
Russia
|
101,936,816
|
USA
|
304,838,948
|
|||||
Japan
|
83,805,000
|
Indonesia
|
238,567,492
|
|||||
Brazil
|
197,254,181
|
|||||||
World
|
2,555,948,654
|
World
|
6,736,383,012
|
|||||
Populasi tahun 1950
|
Populasi tahun 2008
|
|||||||
Dapat dilihat bahwa pertumbuhan penduduk terjadi
sangat pesat dari tahun 1950 – 2008
Penggandaan
Penduduk
Penggandaan pendudu (double population) jangka
waktunya makin singkat. Bertambah cepatnya penggandaan penduduk tersebut dapat
dilihat pada tabel berikut :
Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya
diperkirakan 35 tahun. Pertambahan penduduk di suatu negara pada dasarnya
dipengaruhi oleh faktor-faktor Demografi :
1.
Kematian (Mortalitas)
Ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi di sini
hanya dijelaskan 2 jenis tingkat :
Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate
/ CDR)
Banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per
jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1.000 orang.
Angka kematian kasar terdiri atas tiga golongan, yaitu:
a) Golongan rendah, apabila jumlah mortalitasnya
kurang dari 13.
b) Golongan sedang, apabila jumlah mortalitasnya
antara 14 – 18.
c) Golongan tinggi, apabila jumlah mortalitasnya
lebih dari 18.
Rumus :
CDR = D/Pm . K
D = Jumlah kematian
PM = jumlah penduduk per pertengahan
tahun
K = Konstanta = 1.000
Jadi jumlah penduduk yang mewakili suatu tahun
tertentu ialah jumlah penduduk pada bulan Juni.
Penduduk pertengahan tahun ini dapat dicari dengan
rumus :
1. Pm = ½ (P1 + P2)
2. Pm = P1 + (P2 – P1)/2
3. Pm = P2 – (P2 – P1)/2
Pm = jumlah penduduk pertengahan tahun
P1 = jumlah penduduk pada awal tahun
P2 = jumlah penduduk pada akhir tahun
Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980
mempunyai penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai
penduduk 650 orang, maka jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah
:
½ (550 + 650) = 600 orang
Apabila pada tahun 1981 di daerah x ada 12 orang
yang meninggal dunia, maka :
CDR = 12/600 . 1.000 = 20
Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk
terdapat kematian /jumlah yang meninggal 20 orang.
B.
Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Menunjukkan banyaknya orang yang meninggal
tiap 1.000 orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun.
Biasanya angka ini sangat tinggi pada kelompok usia lanjut, sedangkan pada kelompok
usia muda angka ini jauh lebih rendah.
Rumus :
ASDRi = Di/Pmi . K
Di = Kematian penduduk kelompok
umur i
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
kelompok umur i
K = Konstanta ( = 1.000)
Kelahiran
(Fetilitas)
Tingkat kelahiran dari suatu populasi adalah
jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun (source : http://id.wikipedia.org/wiki/Tingkat_kelahiran)
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya
diterjemahkan sebagai kesuburan.
a. Facundity (kesuburan)
Lebih diartikan sebagain kemampuan biologis wanita
untuk mempunyai anak.
b. Fertility (fertilitas)
Jumlah kelahiran hidup seorang wanita atau
sekelompok wanita. Lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan,
misalnya : bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada denyutan jantung, dan
sebagainya.
Tingkat Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR)
adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1.000
penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
Rumus
CBR = B/RM . K
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada
suatu tahun tertentu
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta (1/000)
Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR)
adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 1.000 wanita usia produktif.
Untuk menghitung angka kelhiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita usia
produktif/subur (15-49 tahun)
Rumus :
BGRF = B/Fm (15-49 tahun) . K
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu
daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun.
K = Konstanta (= 1.000)
Di Indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49
tahun) sekitar 23.530 dan jumlah kelahiran sekitar 2985, sehingga :
GFR = 2985/23530 . 1000 = 127
GFR untuk beberapa negara adalah :
Thailand 234,8
Brunai
234,4
Swedia
61,2
Jepang
62,2
Tingkat
Kelahiran Khusus (Age Specific Fertility Rate/ASRF)
ASRF menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur
dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15-49 tahun.
Rumus :
ASRFi = B1/Fmi .K
B1 = Jumlah kelahiran dari wanita kelompok 1
tahun.
Fmi = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan
tahun dalam kelompok umur i.
K = Konstanta (=1.000)
Migrasi
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk.
Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah
lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya
turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk
permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah
perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas
negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.
(source migrasi : http://bukanimigrasi.blogspot.com/2010/05/pengertian-imigrasi.html)
Jenis-jenis
Migrasi
A. Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga ,
yaitu :
Imigrasi => Masuknya penduduk ke suatu negara
Emigrasi => Keluarnya penduduk ke negara lain
Remigrasi => Kembalinya penduduk ke negara
B. Migrasi Nasional dibagi menjadi empat ,
yaitu :
1. Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
2. Transmigrasi => Dari Pulau ke
Pulau
3. Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
4. Evakuasi => Dari tempat yang tidak
aman ke tempat yang aman
(source Jenis-jenis Migrasi : http://pengantarilmu-mujahid.blogspot.com/2011/12/macam-macam-migrasi.html)
Akibat
Migrasi
#Dampak Positif Imigrasi
1. Bertambahnya jumlah tenaga ahli yang berasal dari
para imigrasi asing,terutama Negara maju yang bekerja di Indonesia.
2. Masuknya modal asing sehingga dapat mempercepat
proses pembangunan karena para imigran tersebut menanamkan modalnya di berbagai
bidang seperti industri, pertambangan, perkebunan, dan sebagainya.
3. Tercapainya alih teknologi dari tenaga asing
kepada tenaga kerja Indonesia yang diharapkan dapat berjalan dengan baik.
4. Bertambahnya rasa solidaritas antarbangsa. Adanya
orang-orang asing yang tinggal di Indonesia, akan memudahkan kita untuk bergaul
dan mengenal mereka secara langsung sehingga timbul suatu rasa kebersamaan
dengan mereka.
5. Berkurangnya jumlah, pertambahan, dan tingkat
kepadatan penduduk di Negara asal para imigran.
# Dampak Negatif Imigrasi
1. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan
budaya bangsa , bila daya tangkal didalam negeri lemah, dapat merusak budaya
kita. Contohnya , pergaulan bebas yang merupakan budaya barat , telah banyak
dicontoh oleh masyarakat kita , kususnya generasi muda . Pada hal budaya
tersebut tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia . Untuk mengatasi dampak
negatif seperti ini , kita harus memperkuat budaya bangsa agar tidak
terpengaruh budaya luar .
2. Masuknya para imigran yang bertujuan tidak
baiseperti pengedar narkoba , bertujuan politik , memata ? matai , dan
sebagainya . Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan ketahanan nasional yang
tinggi .
3. Munculnya kecemburuan social antara tenagqa kerja
asimg dengan tenaga kerja dalam negeri . Untuk itu kita harus mampu
meningkatkan kemampuan dan keterampilan bangsa kita sehingga mampu bersaing
dengan tenaga asing .
4. Meningkatnya jumlah, pertambahan, dan tingkat
kepadatan penduduk di Negara tujuan pra imigran.
(source Akibat Migrasi : http://peperonity.com/go/sites/mview/cherry-cutegirlz/25309788/25330843)
Jenis Striktur Penduduk
1.
Piramida Penduduk Muda
Menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan
dan sedang berkembang.
Bentuk Piramida Penduduk Muda
Pria
Wanita
2.
Piramida Stationer
Menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis).
Sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
Bentuk Piramida Stationer
3.
Piramida Penduduk Tua
Menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran
yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali.
Bentuk Piramida Penduduk Tua
Pria
Wanita
Rasio
Ketergantungan (Dependency of ratio)
Adalah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah
penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja
lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produksi kerja. Bisa dinyakatak dalam
persan (%)
(Source Ilmu Sosial Dasar: Harwantiyoko dan F.
Katuuk, Neltje, MKDU ILMU SOSIAL DASAR, Jakarta, 1996)
Pertumbuhan
dan perkembangan kebudayaan di Indonesia
Kebudayaan
Hindu dan Budha
Pada awal abad ke-3 dan ke-4 masehi, agama Hindu masuk ke indonesia khususnya
ke pulau jawa. Perpaduan antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu
yang berasal dari India berlangsung dengan mantap. Sekitar abad ke-5, ajaran
Budha atau budhisme masuk ke wilayah Indonesia, khususnya ke dalam pulau jawa.
Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme,
sebab dalam ajaran budhisme tidak mengenal adanya kasta-kasta dalam kehidupan
masyarakat.
Walaupun demikian,kedua agama tersebut tumbuh dan berkembang berdampingan
secara damai di Indonesia, Khususnya di dalam pulau jawa. Kedua penganut agama
tersebut melahirkan karya budaya yang sangat bernilai tinggi dalam seni
bangunan atau arsitektur, seni pahat,seni ukir, dan seni sastra. Salah satu
contohnya adalah bangunan dan relief-relief yang di abadikan di dalam candi-candi
di Indonesia, khususnya pulau jawa.
Kebudayaan Islam
Pada abad ke-15 dan ke-16, agama islam telah dikembangkan di indonesia, oleh
para pemuka-pemuka islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran
agama islam saat itu berada di pulau jawa. Tetapi, sebenarnya agama islam telah
masuk ke dalam pulau jawa pada abad ke-11 dengan bukti adanya wanita islam yang
meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik.Masuknya agama Islam ke Indonesia,
khususnya ke dalam pulau jawa berlangsung secara damai. Karena islam masuk ke
Indonesia tanpa unsur paksaan, melainkan dengan cara baik-baik.
Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat
penganut sebagian besar penduduk Indonesia. Dan hal ini menyebabkan kebudayaan
Islam mempunyai peranan besar dalam perkembangan kebudayaan dan kepribadian
bangsa Indonesia.
Daftar Pustaka
Sumber :
Ilmu Sosial Dasar: Harwantiyoko dan F. Katuuk,
Neltje, MKDU ILMU SOSIAL DASAR, Jakarta, 1996
Rabu, 03 Oktober 2012
3D Interior
Langganan:
Postingan (Atom)










