Selasa, 25 Juni 2013

Cinta Kasih, Keindahan, Penderitaan, Tanggung Jawab, Harapan, Keadilan, Pandangan Hidup, Kegelisahan, Kematian, Keyakinan, dan Pengabdian

> Cinta Kasih



Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hampir sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta.

Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hampir sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.



Menurut Erich Fromm (1983 : 54) dalam bukunya Seni Mencintai mengemukakan tentang adanya berbagai macam-cinta yang dapat di uraikan sebagai berikut :



Cinta Diri Sendiri
Secara alami manusia mencintai dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan cinta diri sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jamsmani dan rohaninya terpenuhi seimbang  ini bernilai positif. Dengan demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik.



Cinta Sesama Manusia / Persaudaraan
Cinta kepada sesama manusia atau persaudaraan (agape. Bahasa Yunani) itu merupakan watak manusia itu sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama manusia. Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya, melainkan dating dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia. Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia sebagai makhluk social) dan sudah merupakan suatu kewajiban.



Cinta Erotis
Cinta yang erat dorongannya dengan dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat eksklusif (khusus) yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan bias berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan timbul rasa kasih sayang karena yang ada hanya nafsu birahi berhubungan badan saja, dengan uang sebagai bayarannya.



Cinta Keibuaan
Kasih sayang itu bersumber dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.



Cinta terhadap Allah
Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain.



Cinta terhadap Rasul
Ini merupakan ideal yang sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.





>Keindahan



Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indah, pemandangan alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, taman, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.



Selain itu menurut luasnya sudut pandang keindahan dapat dibedakan atas:

1. Keindahan dalam arti luas.

The Liang Gie menjelaskan bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.. Jadi pengertian yang seluas-luasnya meliputi :

keindahan seni
keindahan alam
keindahan moral
keindahan intelektual.
2. Keindahan dalam arti estetik murni.

Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.



3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.

Keindahan dalam arti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda – benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. Keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata.



>penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal daribahasa sansekerta artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dalam kehidupan manusia sering terjadi seiring berkembangnya kehidupan manusia tersebut. Semakin berkembangnya kehidupan manusia makan akan semakin kompleks juga penderitaan yang akan di hadapi manusia.

Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat semakin tinggi intensitas semakin berat juga penderitaan yang di alami oleh manusia tersebut. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.



Contoh penderitaan :

Pemutusan hak kerja
Kemiskinan (hidup pas – pasan)


Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :



a) kota – kota besar

b) anak-anak muda usia

c) wanita

d) orang yang tidak beragama

e) orang yang terlalu mengejar materi



>tanggung jawab



Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab berarti juga berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.



Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain.

Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa



Macam-macam Tanggung Jawab:

a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri

b. Tanggung jawab terhadap keluarga

c. Tanggung jawab terhadap masyarakat

d. Tanggung jawab kepada bangsa/negara

e. Tanggung jawab terhadap Tuhan



>Harapan

Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan harapan agar dapat dicapai, memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Contoh :

Irvan seorang mahasiswa universitas terbuka, dia belajar sangat rajin dengan harapan pada saat nantinya sewaktu ujian semester dia memperoleh nilai A.



Menurut kodratnya dalam diri manusia terdapat 2 dorongan, yaitu dorongan kodrat serta dorongan kebutuhan hidup. Terkait dengan kebutuhan manusia tersebut, Abraham Maslow mengkategorikan kebutuhan manusia menjadi lima macam atau disebut juga lima harapan manusia, yaitu :



1)      Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup

2)      Harapan untuk memperoleh keamanan

3)      Hak untuk mencintai dan dicintai

4)      Harapan diterima lingkungan

5)      Harapan memperoleh perwujudan cita-cita



Dalam mencukupi kebutuhan kodrat mau pun kebutuhan, manusia membutuhkan orang lain.



>keadilan

Adalah kesimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Menurut Aristoteles  keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia, kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaanya dikendalikan oleh akal. Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Dengan kata lain keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

Ciri-ciri nilai keadilan

1.    tidak memihak

2.    sama hak

3.    sah menurut hukum

4.    layak dan wajar

5.    benar secara moral



>pandangan hidup

Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.

Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan.

Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.

Biasanya orang akan selalu ingat, taat, kepada Sang Pencipta bila sedang dirudung kesusahan.

Namun, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor, antara lain :

Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan hidupnya.
Atau sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
Pandangan hidup tidak sama dengan cita-cita. Sekalipun demikian, pandangan hidup erat sekali kaitannya dengan cita-cita. Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita atau aspirasi seseorang dan sekelompok orang atau masyarakat.



>kegelisahan

Takut atau gelisah menurut istilah biasanya disebut ansietas. Ansietas merupakan suatu jenis neurosis yang tanda utamanya adalah rasa cemas atau takut berkebihan, sering sekali datangnya secara tiba- tiba, timbul sebagai akibat dari adanya konflik internal atau konflik dari dalam hati, misalnya perasaan tentang kehilangan seseorang atau sesuatu yang dicintainya. Takut atau gelisah dalam bahasa arab sering disebut khauf yang artinya keadaan jiwa disaat manusia terancam.

Faktor terjadinya kegelisahan atau kecamasan :

1.   Ketidakmampuan seorang dalamenghadapi kenyataan hidup

2.   Munculnya rasatakut tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.

3.   Situasi budaya kita yang belum mapan betul.

4.   Adanya dorongan kegelisahan dari dalam hati nuraninya sendiri.

5.   Adanya perasaan takut kehilangan hak maupun nama baiknya.

6.   Karena sedang menunggu sesuatu.

7.   Faktor dari luar yang terjadi karena lingkungan dimana ia tinggal dan masyarakat sekitarnya.



Sebab-sebab timbulnya rasa gelisah

      Rasa gelisah pada seseorang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut:

1. Kurang beriman

2 Kurang atau tidak yakin akan kekuatn diri sendiri

3. Karena merasa bersalah atau berdosa



Bentuk-bentuk kegelisahan

1. Keterasingan

2. Kesepian

3. Ketidakpastian

4. Kecemasan

Menurut Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga macam :

a. Kecemasan tentang kenyataan

adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakanya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda tertentu atau keadaan tertentu dilingkunganya.

b. Kecemasan neurotis(saraf)

ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah.Kecemasan neurotis dapat dibedakan dalam 3bentuk:

~ Bentuk kecamasan yang berkisar dengan bebas dan menyesuaikan dirinya dengan segera pada lingkungan yang kiranya cocok.

~ Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional(phobia)

~ Reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini munculnya secara tiba- tiba

c. Kecemasan moril

merupakan suatu perasaan bersalah atau malu dalam ego, yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dari hati nurani.



>kematian

Kematian adalah suatu misteri. Banyak yang tidak tahu seperti apa dunia sesudah kematian. Tapi banyak juga yang percaya bahwa ada “kehidupan lain”setelah kematian. Banyak juga yang percaya bahwa kematian adalah akhir dari segalanya dan akhir dari eksistensi seseorang, dan setelah itu yang ada adalah ketiadaan. Banyak juga yang percaya bahwa kematian adalah awal dari suatu kehidupan baru dalam suatu bentuk siklus. Apapun kepercayaan yang dianut, tak ada seorang pun yang tahu seperti apa situasi dan kondisi sesudah kematian. Banyak yang mengandaikannya sebagai suatu kondisi “ketiadaan”, bahwa sebuah kematian adalah awal dari suatu ketiadaan, bertentangan dengan kelahiran yang dianggap sebagai awal dari suatu ketiadaan. Materialistik ? Memang benar, tetapi setidaknya itu yang sampai saat ini kita ketahui dengan “common sense” kita sebagai manusia. Dan sisanya adalah kepercayaan.



Orang yang telah mati juga dikatakan “telah meninggal dengan tenang”. Tentunya semua berkeyakinan, walaupun kadang tidak tahu karena bersifat sangat subyektif, bahwa orang yang akan mati “pasti” akan mati dengan tenang. Tidak pernah dikatakan “telah meninggal dengan terburu-buru” atau “telah meninggal dengan marah”, karena ketenangan adalah wajah suatu kematian. Dan walaupun orang yang mati telah mati dengan cara yang dan kondisi yang “tidak tenang”, tentunya mereka yang belum mati mengatakan hal yang lain : telah meninggal dengan tenang. Mungkin ada yang ditakutkan. Mungkin juga tidak siap untuk mati, dan mungkin juga berhubungan dengan kepercayaan.



>keyakinan

Keyakinan / kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup manusia adalah sebuah pemikiran yang mendasar dan mendalam terhadap suatu hal yang kemudian di anut untuk menjadi pedoman hidup mereka.

     Keyakinan / Kepercayaan itu sendiri berasal dari akal atau kekuasaan tuhan. Sebuah akal yang berfikir tentang pedoman yang di anut merupakan pemberian Allah yang kemudian di implementasikan di kehidupan nyata. Keyakinan / kepercayaan itu sendiri nantinya akan membentuk sebuah filsafat.

Contoh, pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru.



>pengabdian

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai perrwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian bisa disebut juga sebagai rasa tanggung jawab. Manusia merupakan makhluk ciptakan Tuhan, sebagai manusia kita wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian tersebut berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.



Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.



Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan,pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.





Macam-macam Pengorbanan/Pengabdian



Sebenarnya muculnya pengabdian karena adanya rasa tanggung jawab, baik terhadap Tuhan sebagai Penciptanya terhadap diri sendiri, terhadap keluarga dan terhadap masyarakat. Oleh karena itu pengabdian pengabdian dibedakan antara lain :



1.      Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha Esa

2.      Pengabdian kepada masyarakat

3.      Pengabdian kepada raja

4.      Pengabdian kepada negara

5.      Pengabdian kepada harta

6.      Pengabdian kepada keluarga



http://rei-nalldy.blogspot.com/2011/05/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan_29.html

http://sherlypangaila.blogspot.com/2012/06/manusia-dan-tanggung-jawab-serta.html

http://0neovj.blogspot.com/2011/06/manusia-dan-keadilan.html

http://arhaadesin.blogspot.com/2012/06/pengertian-keyakinankepercayaan-dan.html

http://www.sarjanaku.com/2010/01/makalah-manusia-dan-kegelisahan.html

http://cakradjatie.blogspot.com/2011/05/manusia-dan-pandangan-hidup.html

http://theviq.blogspot.com/2009/04/ibd-manusia-dan-harapan.html

http://rosenurosyana.blogspot.com/2012/06/isbd-manusia-dan-penderitaan.html

BAB II Ilmu Budaya Dasar II (Kebudayaan)

KEBUDAYAAN



A.   PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal- hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Oleh karena itu agar kebudayaan itu tidak hilang maka perlu pelestarian kebudayaan yang di lakukan oleh masyarakat dan juga peran dari pemerintah sangat di perlukan.

Globalisasi merupakan suatu proses perubahan sosial yang menyebabkan seseorang atau sekelompok orang maupun satu negara saling dihubungkan dan saling membutuhkan. Salah satu penyebab globalisasi adalah kemajuan ilmu pengetahuan teknologi. Oleh karena itu di era globalisasi ini banyak kemudahan-kemudahan yang menyebabkan budaya asing dapat dengan mudah masuk ke dalam suatu negara. Pengaruh budaya asing juga tidak semuanya baik dan cocok, misalnya saja di Indonesia yang mendapatkan pengaruh budaya asing.

Akan tetap pengaruh budaya asing memiliki dampak positif dan juga dampak negatif. Dampak positif pengaruh budaya asing dapat berupa ilmu pengetahuan, cara befikir kritis, rasional dan menghargai waktu, selain itu dampak negatif pengaruh budaya asing misalnya dahulu di Indonesia orang berpakaian sopan dan tertutup, tetapi akibat kita terbawa oleh budaya kebarat-baratan kebanyakan orang berpakaian terbuka .Tak dapat dielakkan lagi yaitu dapat mempengaruhi mental generasi muda. Pengaruh budaya asing juga menyebabkan adanya perubahan sosial di dalam kehidupan bermasyarakat, baik meliputi pola fikir masyarakat, perilaku masyarakat, dan kebiasaan masyarakat.

Faktor-faktor penyebab perubahan sosial diantaranya adalah perubahan jumlah penduduk, penemuan- penemuan baru, pertentangan dalam masyarakat, pemberontakan, lingkungan fisik, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Akan tetapi perubahan- perubahan yang tidak mesti terjadi mngakibatkan hilangnya kebudayaan asli di suatu daerah, tergantung bagaimana peran masyarakatnya dalam menjaga budaya mereka dan tetap menerima modernisasi.serta peran dari tokoh masyarakrat seperti perangkat desa diperlukan juga.



B.   PERBEDAAN KEBUDAYAAN ADAT DAN NASIONAL
Kaitan kebudayaan dengan globalisasi

Globalisasi memengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat sejak lama. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai tempat di dunia ini ( Lucian W. Pye, 1966 ).

Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antar bangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antar bangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan. Telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan, dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran.

Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia terbentuk) telah mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan berubah merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa berubah. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat. Hanya dalam jangka waktu satu generasi banyak negara-negara berkembang telah berusaha melaksanakan perubahan kebudayaan, padahal di negara-negara maju perubahan demikian berlangsung selama beberapa generasi.

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.

Setiap orang memandang globalisasi dengan pandangan yang berbeda.. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia semakin terikat satu sama lain.

Sebagian masyarakat mendukung adanya globalisasi dan ada pula yang menentang hal tersebut. Bagi mereka yang mendukung, beranggapan bahwa globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Sedangkan masyarakat yang menentang globalisasi, menganggap bahwa globalisasi akan mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dan dari segi budaya timbul kekhawatiran kalau nilai budaya yang sudah tertanam sejak dulu secara perlahan akan menghilang akibat pengaruh globalisasi tersebut.

Suatu kemajuan akan menghasilkan dampak positif dan dampak negatif. Internet adalah salah satu contoh dampak positif globalisasi. Dengan adanya internet, kita bisa mengetahui kebudayaan bangsa lain dan membandingkan ragam budaya negara lain, bahkan dapat terjadi adanya akulturasi budaya sehingga memperkaya kebudayaan kita.

Salah satu contoh dampak negatif globalisasi adalah guncangan budaya atau lebih dikenal dengan istilah cultural shock. Biasanya cultural shock dialami oleh golongan tua yang terkejut karena melihat adanya perubahan budaya yang dilakukan oleh golongan muda. Kondisi tersebut dapat menimbulkan suatu keadaan yang tidak seimbang. Sebagai contoh, pola pergaulan hedonis dan komsumtif kini menjadi gaya hidup remaja di era globalisasi ini. Bagi para remaja yang tidak siap dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut, maka mereka akan menarik diri dari pergaulan tersebut, atau bahkan ada yang frustasi dan melakukan penyimpangan seperti bunuh diri. Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.

Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negaranya.

Jadi, dalam suatu perubahan, tidak hanya dampak negatif yang akan ditimbulkan, tetapi juga banyak dampak positifnya. Sebagai masyarakat, kita harus bisa memposisikan diri dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada supaya tidak terjadi guncangan budaya.

Sehingga Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleg negara lain.Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan budaya.

1.       Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai ke aset yang tldak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain. Budaya lokal yang dimitiki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional.

2.       Kekhasan budaya Indonesia

Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menatik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya turis asing yang mencoba mempelajari budaya Indonesia seperti beiajar tarian khas suat daerah atau mencari batang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia menuliki cirri khas yang unik.

3.       Kebudayaan lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa

Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Inc~nesia. Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh.

C.   BUDAYA BARAT
Fakta menunjukan kebudayaan barat termasuk yang paling gencar,merasuki setiap individu yang masih mempertahankan budaya timur. Kecenderungan masyarakat Indonesia yang lupa dan melalaikan budaya dalam negeri sendiri mengakibatkan banyak budaya asli Indonesia tidak lagi diakui bangsa lain. Sebagai negara berkembang, masyarakat indonesia seharusnya meniru motivasi Barat untuk menjadi negara yang maju bukan malah melalaikan budaya sendiri.



Dampak Positif Kebudayaan Barat

Pola pikir dan sikap masyarakat yang berubah seiringnya dengan globalisasi dan modernisasi yang berkembang di Barat. Mengubah masyarakat menjadi berpikir rasional yang sebelumnya berpikir irasional

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari barat yang memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus memotivasi masyarakat untuk maju dalam segala hal di kehidupan bermasyarakat.

Perkembangan industri barat dalam memproduksi berbagai alat transportasi dan komunikasi yang canggih yang meningkatkan taraf hifup masyarakat dan mengurangi pengangguran.

Dampak Negatif

Selain dampak positif,budaya barat juga berdampak negatif bagi kebudayaan Indonesia

Banyaknya produk impor yang menjadikan produk dalam negeri terpinggirkan.

Adanya kesenjangan sosial di masyarakat. Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat masyarakat menjadi individu atau sudah tidak lagi butuh pertolongan antar masyarakat. Hal ini memacu adanya individualisme.

Berkembangnya gaya hidup ke barat-baratan, menjadikan hidup bebas. Hal ini yang menyebabkan sudah hilangnya moral atau perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, dan malah menjadikan masyarakat menganut gaya hidup hedonis.



SOLUSI PERBAIKAN TATANAN BUDAYA INDONESIA



Bangsa Indonesia telah enam puluh lima tahun merdeka, namun masih banyak terjadi permasalahan disana-sini, bangsa ini masih memerlukan terus perbaikan guna menjadi bangsa yang benar-benar merdeka. Banyak masalah yang terjadi di sekitar kita semua, mulai dari bidang ekonomi dengan tingginya angka kemiskinan bangsa Indonesia, yang menurus Biro Pusat Statistik per Maret 2010 mencapai 31,02 juta jiwa. Belum lagi di bidang sosial budaya, dimana banyak muncul konflik antar agama, antar suku. Di bidang politik, bagaimana demokrasi disalah artikan, banyak aksi dan demonstrasi yang berujung pada anarkis, yang lebih parah bagaimana elemen masyarakat kurang dapat menerima demokrasi secara utuh, contohnya saat pemilihan kepala suatu wilayah, yang kalah tidak bersedia menerima kekalahan yang terjadi, bahkan tidak sedikit yang memprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis. Di bidang pertahanan dan keamanan, banyak terjadi kapal-kapal asing yang masuk daerah perairan Indonesia, yang lebih parah kapal-kapal tersebut dengan bebas menangkap ikan di daerah perairan Indonesia. Hal ini menimbulkan keresahan pada rakyat. Di bidang hukum, begitu banyak kasus suap terjadi pada aparatur penegak hukum, mereka tunduk pada harta dan kekuasaan, menindas rakyat yang lemah.

            Hal diatas hanya sebagian kecil masalah yang dihadapi bangsa ini, sebenarnya masih banyak lagi. Namun saat ini bukan saatnya untuk membahas tentang apa yang harus dikritisi, tetapi bagaimana solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh bangsa ini. Sebagai seorang mahasiswa, seharusnya sudah mulai ikut memikirkan solusi terhadap permasalahan yang ada. Karena, mahasiswalah yang nantinya akan meneruskan tonggak kepemimpinan bangsa ini, yang menentukan hitam putih kehidupan bangsa ini dimasa yang akan datang. Disini akan saya paparkan beberapa solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang ada.



1.    Bidang Ekonomi



Setidaknya ada empat agenda strategis yang mendesak untuk segera diselesaikan. Pertama, menurunkan angka kemiskinan yang masih tinggi. Masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap pemberantasan kemiskinan, terutama pengalokasian anggaran, jangan sampai tidak tepat sasaran. 
Masyarakat sudah tahu tahun depan pemerintah akan menyalurkan dana sebesar Rp49,3 triliun guna pemberantasan masyarakat miskin, sebagaimana tertuang dalam struktur pendanaan program prioritaspemerintah. Kedua, menekan laju pertambahan penduduk yang juga tinggi yang berdampak langsung terhadap ketahanan pangan. Upaya menekan laju pertambahan penduduk yang tinggi dan berdampak terhadap ketahanan pangan juga harus diselesaikan. Program keluarga berencana (KB) yang dulu pernah sukses dijalankan perlu dipikirkan kembali untuk kemungkinan dapat dihidupkan kembali guna menekan angka kelahiran. Dengan lahan pertanian yang semakin sempit karena terutilisasi oleh pembangunan bidang fisik, sedangkan pertambahan penduduk nyaris tak terkendali, bisa dibayangkan pada suatu ketika Indonesia akan mengalami krisis pangan. Ketiga, mencari terobosan untuk pembangunan infrastruktur yang terbatas karena tidak didukung investasi yang memadai. Hal ini juga harus diimbangi oleh dipermudahnya penanaman modal, utamanya modal dari dalam negeri. Keempat, mengupayakan tercapainya ketahanan energi agar daya saing produk Indonesia tidak tertekan. Hal ini harus mulai diperhatikan, karena sangat diperlukan energi cadangan baru, jangan hanya mengandalkan pada energi batubara, seharusnya pemerintah mulai melirik energi angin, karena di Indonesia banyak memiliki daerah pantai yang sangat potensial untuk dimanfaatkan. Selain itu juga dapat mengoptimalkan energi cahaya matahari yang saat ini mulai banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia, hal ini harus lebih dioptimalkan lagi.









2.    Bidang Sosial dan budaya



Solusi yang dapat dilakukan adalah membina dan meningkatkan kerukunan hidup antar umat beragama sehingga tercipta suasana kehidupan yang harmonis dan saling menghormati dengan meningkatkan kualitas pemahaman dan pelaksanaan ibadah menurut syariat agama masing-masing, serta mempermudah umat beragama dalam menjalankan ibadahnya. Hal ini juga harus didukung dengan mengoptimalkan fungsilembaga-lembaga keagamaan untuk meningkatkan kualitas kerukunan antar umat beragama, meminimalkan dampak negatif kehidupan kota metropolitan serta meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama untuk membentengi dampak negatif pembangunan dan era globalisasi. Untuk itu maka pendidikan agama harus digunakan juga sebagai proses penyadaran masyarakat bagi terbentuknya kehidupan sosial dan kerukunan masyarakat yang lebih baik lagi.



3.    Bidang Politik



Banyaknya pemilihan kepala daerah yang berujung pada ketidakpuasan ini dapat diatasi dengan lebih memaksimalkan peran kerja dari komisi pemilihan umum, karena saat ini masih banyak yang menggunakan cara-cara kotor seperti menggunalan politik uang untuk meraih kemenangan dalam pemilihan, Ketika peran Komisi Pemilihan Umum  berani menindak serta melaporkan setiap kecurangan yang dilakukan, hal ini akan mengurangi ketidakpuasan pihak yang kalah. Selain itu komisi pemilihan umum seharusnya benar-benar jeli dalam melakukan pendataan calon pemilih. Namun yang tidak kalah penting adalah sosialisasi tentang demokrasi dalam memandang suatu masalah, jangan mudah terprovokasi isu politik yang dapat mengharcurkan kerukunan antar masyarakat yang telah dibangun sejak lama.



4.    Bidang Pertahanan dan keamanan



Masalah yang sejak lama menjadi probelma bagi bangsa kita, bagaimana dengan begitu mudah pertahanan bangsa kita bagaikan diobrak-abrik oleh negara lain. Masih segar dalam ingatan bagaimana kapal nelayan Malaysia dengan mudah masuk perairan Indonesia, serta mencari ikan di perairan Indonesia. Harusnya pemerintah lebih ketat dan tegas dalam menerapkan peraturan mengenai pertahanan nasional, jangan terlalu dicampuri nuansa politik sehingga negara kita terlihat kendur dalam menjaga pertahanan dan keamanan nasional. Selain itu perlunya perlengkapan perang yang canggih untuk mendukung pertahanan dan keamanan nasional. Jangan hanya mengandalkan peralatan perang yang sudah lama. Pemerintah harusnya berani mengoptimalkan pabrik senjata dan mesiu Pindad, karena hasil buatan Pindad pun tak kalah hebatnya, bahkan beberapa negara menggunakan senjata hasil buatan pabrik senjata dan mesiu Pindad



5.    Bidang Hukum



Banyak permasalahan hukum yang muncul saat ini, yang paling heboh adalah bagaimana dengan mudah perangkat hukum dapat disuap. Hal ini menjadikan masyarakat mulai tidak percaya terhadapa hukum yang berlangsung di negara ini. Perangkat hukum yang seharusnya dinilai mampu berlaku adil, pada kenyataannya lebih memihak kepada orang yang berharta dan berkedudukan. Seharusnya setiap elemen perangkat hukum berani untuk menegakkan hukum yang ada, karena mereka telah dihaji tinggi oleh negara untuk menegakkan hukum dinegara ini. Selain itu pendidikan yang nantinya mencetak penerus-penerus perangkat hukum haruslah benar-benar bersih dari kolusi, korupsi dan nepotisme



DAFTAR PUSTAKA

http://oxyprimasetiya.blogspot.com/2012/02/solusi-perbaikan-indonesia.html

Ilmu Budaya Dasar BAB 1

MATERI ILMU BUDAYA DASAR BAB 1

A.    TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

Ilmu Budaya Dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.

Sebagaimana dikemukakan di atas, penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pe­ngetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikem-bftngkan untuk mengkaji msalah-masalah manusia dan kebudayaan, Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk. dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitar­nya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.

Dan bahwa dalam masyarakat yang berkabung semakin Cepat dan rumit ini, mahasiswa harus mcngalami pergeseran nilai-nilai yang , mungkin sekali dapat membuatnya masa bodoh atau putus asa, suatu sikap yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang terpelajar. Bagaimanapun juga, mahasiswa adalah orang-orang muda yang sedang mempelajari cara memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apa saja yang terjadi atas dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Sudah barang tentu ia perlu dibimbing untuk menemukan cara terbaik yang sesuai dengan dirinya sendiri tanpa harus mengorbankan masyarakat dan alam sekitarnya. Secara tidak langsung  Budaya Dasar akan membantu mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Berpijak dari hal di atas, tujuan matakuliah Ilmu Budaya Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bidag menjangkau tujuan tersebut di atas.

Latar Belakang IBD :

1.    Politik Balas Budi (etische politik)-nya Theodore Van Deventer.

2.    Pendidikan menjadi sesuatu yang elite  di masyarakat.

3.    Kebudayaan merupakan unsur penting dalam pembangunan.

4.    Tujuan dan hakekat pembangunan.

B.   ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI MATA KULIAH DASAR UMUM

Ilmu Budaya Dasar termasuk salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar umum (MKDU). Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :

1.      Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tndakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.

2.      Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.

3.      Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan baik social, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan.

4.      Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta didalam pelestariannya.

C.     PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

IBD termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar menegmukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar, yaitu :

1.      Ilmu-ilmu Alamiah (Natural Science)
Bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan. Yang termasuk ilmu-ilmu alamiah yaitu fisika, kimia, astronomi, kedokteran, biologi. Hasil penelitiannya 100% benar dan 100% salah.

2.      Ilmu-ilmu Sosial (Social Science)
Bertujuan untuk mengkaji keteraturan-0keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Digunakan metode alamiah pula dalam hal ini. Yang termasuk ilmu-ilmu sosial yaitu ilmu politik, ekonomi, sosiologi, psikologi, demografi, dsb. Hasil penelitiannya tidak mungkin 100% benar.

3.      Pengetahuan Budaya (The Humanities)
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, lalu diberi arti.
Pengetahuan budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian seni dan filsafat. Sedangkan IBD (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dari memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

D.   RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR

Dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, yaitu :

1.      Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.

2.      Hakekat manusia yanf satu atau universal, akan tetapi yang beranekaragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial, dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidakseragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran, perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.

Manusia menempati posisi sentral sebagai objek pengkajian dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :

·Manusia dan cinta kasih

·Manusia dan keindahan

·Manusia dan penderitaan

·Manusia dan keadilan

·Manusia dan pandangan hidup

·Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian

·Manusia dan kegelisahan

·Manusia dan harapan

Landasan IBD

1.    Landasan historis  falsafah hidup Pancasila

2.    Landasan filosofis  agama, ramah, cinta damai, gotong royong

3.    Landasan yuridis  UUD 45, UU Sisdiknas,

4.    Landasan pedagogis  mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya melalui proses pendidikan



REFERENSI :

http://iwanvirghiawan.wordpress.com/2012/03/25/pengertian-dan-tujuan-ilmu-budaya-dasar/

http://id.shvoong.com/society-and-news/culture/2213479-tujuan-ilmu-budaya-dasar/#ixzz1qCMdm9Or

http://google.com/ilmu-budaya-dasar/

Senin, 08 Oktober 2012

PERKEMBANGAN PENDUDUK DUNIA


Perkembangan Penduduk Dunia Menggunakan Tabel
Perkembangan Penduduk Dunia Menggunakan Tabel. Kita bisa lihat tabel dibawah ini, saya ambil contoh dari tahun – tahun sebelumnya Perkembangan Penduduk Dunia pada tahun 1950 sampai 2008.

China
562,579,779
China
1,333,207,572
USA
152,271,000
India
1,154,845,005
Russia
101,936,816
USA
304,838,948

Japan
83,805,000
Indonesia
238,567,492

Brazil
197,254,181

World
2,555,948,654
World
6,736,383,012

Populasi tahun 1950
Populasi tahun 2008
Dapat dilihat bahwa pertumbuhan penduduk terjadi sangat pesat dari tahun 1950 – 2008


Penggandaan Penduduk
Penggandaan pendudu (double population) jangka waktunya makin singkat. Bertambah cepatnya penggandaan penduduk tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :


Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun. Pertambahan penduduk di suatu negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor Demografi :
1. Kematian (Mortalitas)
Ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi di sini hanya dijelaskan 2 jenis tingkat :
 Tingkat  Kematian Kasar (Crude Death Rate / CDR)
Banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1.000 orang. Angka kematian kasar terdiri atas tiga golongan, yaitu:
a) Golongan rendah, apabila jumlah mortalitasnya kurang dari 13.
b) Golongan sedang, apabila jumlah mortalitasnya antara 14 – 18.
c) Golongan tinggi, apabila jumlah mortalitasnya lebih dari 18.
Rumus :
CDR = D/Pm . K
D = Jumlah kematian
PM  = jumlah penduduk per pertengahan tahun
K   = Konstanta = 1.000
Jadi jumlah penduduk yang mewakili suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk pada bulan Juni.
Penduduk pertengahan tahun ini dapat dicari dengan rumus :
1. Pm = ½ (P1 + P2)
2. Pm = P1 + (P2 – P1)/2
3. Pm = P2 – (P2 – P1)/2
Pm = jumlah penduduk pertengahan tahun
P1 = jumlah penduduk pada awal tahun
P2 = jumlah penduduk pada akhir tahun
Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650 orang, maka jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah :
½ (550 + 650) = 600 orang
Apabila pada tahun 1981 di daerah x ada 12 orang yang meninggal dunia, maka :
CDR = 12/600 . 1.000 = 20
Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk terdapat kematian /jumlah yang meninggal 20 orang.

B. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Menunjukkan banyaknya orang yang meninggal tiap 1.000 orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun. Biasanya angka ini sangat tinggi pada kelompok usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia muda angka ini jauh lebih rendah.
Rumus :
ASDRi = Di/Pmi . K
 Di  = Kematian penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K   = Konstanta ( = 1.000)

Kelahiran (Fetilitas)
Tingkat kelahiran dari suatu populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun (source : http://id.wikipedia.org/wiki/Tingkat_kelahiran)
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya  diterjemahkan sebagai kesuburan.
a. Facundity (kesuburan)
Lebih diartikan sebagain kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b. Fertility (fertilitas)
Jumlah kelahiran hidup seorang wanita atau sekelompok wanita. Lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan, misalnya : bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada denyutan jantung, dan sebagainya.
Tingkat Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1.000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
Rumus
CBR = B/RM . K
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta (1/000)
Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR) adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 1.000 wanita usia produktif. Untuk menghitung angka kelhiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita usia produktif/subur (15-49 tahun)
Rumus :
BGRF =  B/Fm (15-49 tahun) . K
B   = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun.
K    = Konstanta (= 1.000)
Di Indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49 tahun) sekitar 23.530 dan jumlah kelahiran sekitar 2985, sehingga :
GFR = 2985/23530 . 1000 = 127
GFR untuk beberapa negara adalah :
Thailand         234,8
Brunai             234,4
Swedia                61,2
Jepang                62,2


Tingkat Kelahiran Khusus (Age Specific Fertility Rate/ASRF)
ASRF menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15-49 tahun.
Rumus :
ASRFi = B1/Fmi  .K
B1  = Jumlah kelahiran dari wanita kelompok 1 tahun.
Fmi = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.
K  = Konstanta (=1.000)
 Migrasi
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.

Jenis-jenis Migrasi
A. Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
Imigrasi => Masuknya penduduk ke suatu negara
Emigrasi => Keluarnya penduduk ke negara lain
Remigrasi => Kembalinya penduduk ke negara
B. Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
1.   Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
2.   Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
3.   Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
4.   Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
Akibat Migrasi
#Dampak Positif Imigrasi
1. Bertambahnya jumlah tenaga ahli yang berasal dari para imigrasi asing,terutama Negara maju yang bekerja di Indonesia.
2. Masuknya modal asing sehingga dapat mempercepat proses pembangunan karena para imigran tersebut menanamkan modalnya di berbagai bidang seperti industri, pertambangan, perkebunan, dan sebagainya.
3. Tercapainya alih teknologi dari tenaga asing kepada tenaga kerja Indonesia yang diharapkan dapat berjalan dengan baik.
4. Bertambahnya rasa solidaritas antarbangsa. Adanya orang-orang asing yang tinggal di Indonesia, akan memudahkan kita untuk bergaul dan mengenal mereka secara langsung sehingga timbul suatu rasa kebersamaan dengan mereka.
5. Berkurangnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara asal para imigran.
# Dampak Negatif Imigrasi
1. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa , bila daya tangkal didalam negeri lemah, dapat merusak budaya kita. Contohnya , pergaulan bebas yang merupakan budaya barat , telah banyak dicontoh oleh masyarakat kita , kususnya generasi muda . Pada hal budaya tersebut tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia . Untuk mengatasi dampak negatif seperti ini , kita harus memperkuat budaya bangsa agar tidak terpengaruh budaya luar .
2. Masuknya para imigran yang bertujuan tidak baiseperti pengedar narkoba , bertujuan politik , memata ? matai , dan sebagainya . Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan ketahanan nasional yang tinggi .
3. Munculnya kecemburuan social antara tenagqa kerja asimg dengan tenaga kerja dalam negeri . Untuk itu kita harus mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan bangsa kita sehingga mampu bersaing dengan tenaga asing .
4. Meningkatnya jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di Negara tujuan pra imigran.



 Jenis Striktur Penduduk
1. Piramida Penduduk Muda
Menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
Bentuk Piramida Penduduk Muda
  Pria                                                           Wanita
 




2. Piramida Stationer
Menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis). Sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
Bentuk Piramida Stationer
Pria                                                                 Wanita  


3. Piramida Penduduk Tua
Menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali.
Bentuk Piramida Penduduk Tua
Pria                                                         Wanita



Rasio Ketergantungan (Dependency of ratio)
Adalah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produksi kerja. Bisa dinyakatak dalam persan (%)
(Source Ilmu Sosial Dasar: Harwantiyoko dan F. Katuuk, Neltje, MKDU ILMU SOSIAL DASAR, Jakarta, 1996)

Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia
            Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia kebudayaan sudah sangat berkembang. Dahulu kala banyaknya pelancong-pelancong yang menyebabkan banyaknya kebudayaan di Indonesia. Tetapi kita harus kritis dan selektif dalam memilih kebudayaan yang datang itu. Karena jangan sampai kita menggeserkan kebudayaan lama yang sudah menjadi tradisi di negeri kita ini.

Kebudayaan Hindu dan Budha


Pada awal abad ke-3 dan ke-4 masehi, agama Hindu masuk ke indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India berlangsung dengan mantap. Sekitar abad ke-5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke wilayah Indonesia, khususnya ke dalam pulau jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab dalam ajaran budhisme tidak mengenal adanya kasta-kasta dalam kehidupan masyarakat.



Walaupun demikian,kedua agama tersebut tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai di Indonesia, Khususnya di dalam pulau jawa. Kedua penganut agama tersebut melahirkan karya budaya yang sangat bernilai tinggi dalam seni bangunan atau arsitektur, seni pahat,seni ukir, dan seni sastra. Salah satu contohnya adalah bangunan dan relief-relief yang di abadikan di dalam candi-candi di Indonesia, khususnya pulau jawa.



Kebudayaan Islam



Pada abad ke-15 dan ke-16, agama islam telah dikembangkan di indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama islam saat itu berada di pulau jawa. Tetapi, sebenarnya agama islam telah masuk ke dalam pulau jawa pada abad ke-11 dengan bukti adanya wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik.Masuknya agama Islam ke Indonesia, khususnya ke dalam pulau jawa berlangsung secara damai. Karena islam masuk ke Indonesia tanpa unsur paksaan, melainkan dengan cara baik-baik.



Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia. Dan hal ini menyebabkan kebudayaan Islam mempunyai peranan besar dalam perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

Daftar Pustaka
Sumber :
Ilmu Sosial Dasar: Harwantiyoko dan F. Katuuk, Neltje, MKDU ILMU SOSIAL DASAR, Jakarta, 1996